6 Gudeg Jogja Rekomendasi Banget

Diposting pada

1. Gudeg Mbah Lindu
Gudeg Jogja yang satu ini merupakan gudeg yang tertua di Jogja, Mbah Lindu yang berusia lebih dari 90 Tahun merasa berjulan sejak umur 13 Tahun. Waktu itu tetap dalam era penjajahan, mulanya beliau berjualan berkeliling menjajakan Gudeg sebelum pada akhirnya berjualan menetap di Jl. Sosrowijayan.

Dulu area jualannya disebelah utara jalan, disamping studio foto Tik Sun. Namun, setelah studio foto selanjutnya berhenti beroperasi pada akhir Tahun 90an konsisten rubah di sebelah selatan jalan. Tepatnya di seberang jalan Gapura Gang 2 Sosrowijayan wetan, satu diantara Hotel Malioboro Inn dan Hotel Grage Ramayana.

Gudeg Mbah Lindu tambah populer setelah beliau masuk dalam acara Talk Show di Stasiun TV yang host nya dibawakan oleh Deddy Corbuzer.
Bahkan William Wongso pun dulu mencicipi dan terkagum dengan sosok layaknya Mbah Lindu.
Buktinya ada di Youtube dibawah ini!

2. Gudeg Yu Djum
Bagi penggemar wisata kuliner Jogja, nama Yu Djum telah tidak asing lagi bagi mereka, dikarenakan Gudeg millik Yu Djum merupakan yang paling populer.
Sejumlah artis layaknya Dude Herlino, Raisa, IGun dan orang orang mutlak menjadi customernya.
Yu Djum, menekuni jualan gudeg di area Karangasem mBarek, sebelah baratnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan sebelah utara UGM yang saat ini menjadi outlet pusat sekaligus office.

Gudeg Yu Djum telah memiliki 7 cabang, 2 cabang paling ramai pengunjung berlokasi di Jl. Wijilan dan Jl. Kaliurang.

3. Gudeg Pawon
Gudeg yang didirikan pada Tahun 1958 oleh Bu Prapto beralamatkan di Jl. Janturan 36-38, Warungboto-Jogja dan beroperasional merasa jam 10 malam sampai dinihari.

Dinamakan dengan Gudeg Pawon dikarenakan warung gudeg di sini di sajikan langsung dari Pawon. Sedangkan yang dimaksud dengan pawon adalah dapur.

Sungguh unik memang, dan misalnya baru ada satu ini dikarenakan ada sebuah warung yang pembelinya langsung masuk di dapur.
Jadi Anda mampu menikmati makanan tradisional khas Jogja ini segar from the Pawon sekaligus melihat sistem masaknya.

4. Gudeg Permata

Langsung saja ke alamatnya ya, Gudeg Permata terdapat di Jl. Gajah Mada, sebelah utara pertigaan dan Timur jalan.

Disebut dengan Gudeg Permata dikarenakan lokasinya terdapat di belakang Gedung Bioskop Permata, tetapi kini bioskop selanjutnya telah tidak beroperasional lagi, cuma tinggal gedungnya saja.

Arahnya dari Hotel Jambuluwuk keselatan, sebelum sampai di pertigaan sebelah kiri jalan telah muncul kerumunan orang, mereka adalah pelanggan dari gudeg permata.

Oh ya, ternyata gudeg permata ini telah ada sejak Tahun 1951.

5. Gudeg Bromo
Nah Gudeg Jogja yang satu ini memiliki sebutan unik, yaitu Gudeg bu Thekluk. Istilahthekluk sesungguhnya adalah Bahasa jawa yang dipergunakan untuk orang lagi terkantuk dan 1/2 tidur dalam posisi duduk dengan kepala yang mengangguk ngangguk.

Nah kepala yang mengangguk angguk ini dalam Bahasa Jawa disebut dengan theklak thekluk.
Mungkin, dulu sewaktu merintis, penjualnya duduk dan theklak thekluk sambil menunggu pelanggan datang.
Lokasi Gudeg Bromo ada di Jl. Gejayan dekat dengan Gang Bromo, Mrican. Jam operasionalnya membuka merasa jam 11 malam sampai jam 5 pagi.
Ehmmmm….. pantas saja ngantuk membuka malam hari sampai pagi.

Yang membedakan pada Gudeg Bromo dengan yang lainnya adalah krecek yang digunakan umumnya terbuat dari kulit sapi, tetapi untuk Gudeg Bu Thekluk menggunakan krecek yang terbuat dari kulit kerbau.

6. Gudeg Wijilan
Wijilan adalah nama kampung yang terdapat di sebelah timurnya Keraton Yogyakarta dan di selatan Plengkung Tarunasura atau disebut dengan Plengkung Wijilan.

Nah, jalan raya dari Plengkung ke selatan dinamakan Jl. Wijilan, dimana berjajar warung warung Gudeg Jogja.
Jadi, yang dimaksud dengan Gudeg Wijilan merupakan pusatnya warung warung gudeg yang ada di Jl. Wijilan.
Pada Tahun 1942 adalah warung Bu Slamet yang menekuni untuk berjualan Gudeg di jalan ini, lantas selang lebih dari satu Tahun muncul 2 lagi yaitu Gudeg Campur Sari dan Gudeg Bu Djuwariyah.

Tetapi pada Tahun 80an Gudeg Campur Sari tutup dan yang tetap bertahan adalah Gudeg Bu Djuwariyah sampai saat ini yang dikenal dengan nama Yu Djum.

Gudeg Mbah Lindu rasanya klasik dan Fenomenal, jika senang sekalian ingin melihat sistem masaknya ya di Gudeg Pawon. Atau senang ingin melihat yang theklak thekluk di Gudeg Bromo?

Mau pilih yang mana? Keenam Gudeg Jogja selanjutnya seutuhnya enak dan memiliki citra rasa tersendiri, tinggal pilih sesuai dengan selera Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *