Kiat memilih beras berkualitas

Diposting pada

Distributor Beras – Putih dan pulen. Biasanya dua hal itu menjadi syarat utama di dalam memilih beras. Padahal kini itu saja tak lumayan sebagai syarat beras baik dan berkualitas.

Anda sebaiknya mewaspadai beras yang warna putihnya kelihatan tidak alami. Dikhawatirkan beras berikut diberi pewarna dari zat klorin.

“Pada dasarnya tidak susah membedakannya, pada lain dari baunya yang tajam. Kita terhitung kudu curiga jika warna berasnya putih sekali atau putih pucat. Beras yang bagus putihnya alami dan kelihatan mengkilat,” kata Prof.Djoko Said Damardjati dari Pusat Riset dan Pengembangan Tanaman Pangan Bidang Litbang Pertanian.

Sebab, tersedia pihak tak bertanggung jawab membersihkan beras bersama klorin agar kelihatan putih bersih. Biasanya dilakukan petani atau pedagang untuk menyiasati beras berkualitas buruk agar laku dijual.

Bukan hanya itu, bahkan agar mengeluarkan aroma wangi, beras yang telah dicampur klorin itu sesudah itu dicampur bersama daun pandan.

Dosen Farmakologi Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, dr. Alyya Siddiqa, SpFK mengingatkan bahwa mengkonsumsi klorin bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Mulai dari tingkatkan prevalensi asma pada anak, hingga kanker kandung kemih.

Ada dua hal yang memilih baik buruknya mutu beras, yaitu mutu gilingan, dan mutu beras. Dalam sekantung beras berkualitas, Anda hanya dapat menemukan sedikit beras patah, dan kotoran layaknya batu kecil. Sedangkan dari sisi mutu butir, fisik beras, persentase air, dan panjang berasnya bagus.

Lebih detailnya terkandung dalam penelitian dan standarisasi beras sehat dari Departemen Pertanian. Jadi, lain selagi Anda memilih beras, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut.

Beras yang berkualitas adalah beras bebas kutu, campuran dedak dan bekatul. Butir beras berukuran lebih besar dari 0,25 atau lebih kecil 0,74 dari butir beras utuh.

Perhatikan terhitung butir beras. Jika banyak guratan garis memanjang bersama tekstur yang lumayan jelas, dan meninggalkan bekas putih layaknya tepung selagi Anda remas, bisa menjadi beras itu telah berumur lama.

Cara lain untuk menguji mutu beras adalah bersama menggigitnya. Jika terasa keras dan tidak rapuh bisa menjadi itu beras yang kualitasnya baik.

Sebab, beras yang rapuh kebanyakan punya kandungan banyak air. Biasanya ini ulah oknum yang membasahinya kegunaan tingkatkan berat beras. Hindari beras layaknya ini sebab tak bisa bertahan lama selagi disimpan.

Pastikan beras bebas dari benda asing, seperti: batu, tanah, pasir, potongan kayu, potongan kaca, jerami, biji-bijian, serangga mati, dan lain-lain.

Saat Anda memegangnya, periksa apakah beras punya kandungan pelicin. Coba remas beras bersama tangan kering, memilih beras yang tidak banyak menempel pada tangan.

Seperti telah diungkap di awal artikel, warna beras kudu diperhatikan. Warna beras yang baik tidak kelewat putih, melainkan bening sedikit kekuningan.

Selain melihat, memegang, dan menggigitnya, selagi memilih beras, Anda kudu membauinya. Pertama, untuk mengenali apakah beras itu telah berumur benar-benar lama. Beras yang berbau apak rasanya tidak cukup enak, tak sekedar itu nasi terhitung menjadi mudah basi.

Dari aroma beras terhitung Anda bisa mengenali wangi buatan. Jadi pastikan beras tidak kelewat wangi.

Beras wangi alami hanya Beras Pandan Wangi. Cirinya pada lain butirannya cenderung bulat. Jika beras tak sekedar model itu beraroma wangi, maka patut dicurigai.

Namun, aroma beras pandan wangi pun sebetulnya hanya bisa bertahan lebih kurang dua bulan. Lebih dari itu aromanya dapat berkurang, baru bisa tercium sesudah nasi matang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *