Langkah Sederhana Tumbuhkan Karakter Siswa

Senyum, Sapa, dan Salam, Langkah Sederhana Tumbuhkan Karakter Siswa

Diposting pada

Sebelum jam sekolah tiba, tak sedikit anak yang tidak mau berangkat ke sekolah terlebih lagi pada anak-anak di jenjang Sekolah Dasar (SD) khususnya kelas I hingga kelas III. Terkadang anak-anak sampai tantrum dengan berbagai alasan dan kemauan mereka masing-masing. Dalam hal ini, orangtua dan guru perlu bekerja sama agar anak mau bersekolah.

Langkah Sederhana Tumbuhkan Karakter Siswa

Salah satunya, ketika di rumah orangtua perlu membujuk anaknya hingga memberikan rasa nyaman kepada anak agar mereka mau bersekolah. Tak sampai di situ saja, ketika anak tiba di sekolah, guru sebagai pengganti orangtua di sekolah pun juga harus memberikan rasa nyaman kepada anak dan membuat orangtua percaya untuk menitipkan anaknya di sekolah.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan seorang guru adalah dengan meberikan senyum, sapa, dan salam saat anak-anak dan para orangtua tiba di sekolah. Hal inilah yang dilakukan guru-guru SD Negeri Inpress 7/83 Girian Weru Dua Bitung, Sulawesi Utara, setiap hari untuk memotivasi semangat dan energi belajar siswanya d i seko l ah. “Mereka akan menjadi ceria kembali apabila disambut dengan senyuman dan sapaan,” ujar Maria, guru SD Negeri Inpress 7/83 Girian Weru Dua Bitung, Sulawesi Utara, pada suatu waktu.

Ketika berada di sekolah pun, baik guru atau murid di salah satu sekolah percontohan Program PPK itu saling memberikan senyum dan bertegur sapa saat berpapasan. Dalam hal ini, sekolah mencoba menumbuhkan nilai kesopanan dan kesantunan kepada siswa-siswanya. Pembiasaan senyum, sapa, dan salam di sekolah ini memang terlihat sederhana tetapi kelak di kemudian hari akan memberikan dampak besar bagi para siswa tentang sopan santun di kehidupan bermasyarakat. Di SD Negeri Inpress 7/83 Girian Weru Dua Bitung juga menawarkan ekstrakurikuler polisi cilik bagi siswa-siswanya. Melalui ekstrakurikuler ini sekolah ingin menanamkan nilai karakter nasionalisme, mandiri, dan gotong royong.

Keterlibatan pemangku kepentingan di bidang pendidikan juga dilakukan melalui kerja sama dengan Polisi Resor Bitung, Sulawesi Utara, untuk melatih dan mendidik para siswa dalam ekstrakurikuler tersebut sejak 2012. Selain ekstrakurikuler polisi cilik, terdapat ekstrakurikuler dokter cilik, pramuka, dan tarian Maengket di SD Negeri Inpress 7/83 Girian Weru Dua Bitung sebagai pilihan. Siswa diperbolehkan memilih ekstrakurikuler tersebut sesuai minatnya. Pada intinya, ragam ekstrakurikuler tersebut mewadahi nilai-nilai karakter dalam Program PPK melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan tanpa mengubah kurikulum yang telah diterapkandi sekolah tersebut.

Kegiatan disekolah sekarang semakin menyenangkan, metode pembeljaran juga menyenangkan dan tidak membuat siswa bosan. Rasanya sangat disayangkan apabila anak putus sekolah akibat rasa malasa atau bahkan dari faktor biaya. Agar anak tidak putus sekolah karena biaya, antisipasi dengan mengikuti asuransi pendidikan anak agar anak dapat terus bersekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *